Berita Transfer Rangers saat ini menghadapi tantangan besar dalam upaya mereka mendapatkan penyerang baru sebelum jendela transfer ditutup. Manajer Danny Rohl semakin kehabisan waktu untuk menambahkan opsi penyerang yang ia inginkan demi mendorong impian mereka meraih gelar Liga Premiership Skotlandia.
Klub Ibrox telah lama dikaitkan dengan pemain muda berbakat Hansa Rostock, Ryan Naderi, yang berusia 22 tahun. Meski sudah melakukan berbagai upaya, termasuk beberapa tawaran yang mencapai sekitar £3,1 juta ditambah tambahan lainnya, serta keinginan kuat pemain untuk bergabung setelah mengajukan permintaan transfer, Rostock tetap kokoh. Klub dari divisi ketiga Jerman ini, yang sedang mengejar promosi, menolak untuk melepas Naderi di tengah musim, meskipun ada proposal untuk meminjamkannya kembali hingga musim panas.
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Rangers telah mencapai kesepakatan verbal agar Naderi bergabung pada musim panas. Kesepakatan bernilai lebih dari £3 juta ini memenuhi keinginan sang pemain untuk pindah ke Glasgow, namun berarti ia akan tetap berada di Hansa untuk sisa kampanye saat ini. Penundaan ini membuat Rangers tanpa penguatan langsung yang diinginkan Rohl untuk meningkatkan lini serang mereka.
Sebagai alternatif, Rangers mengejar Cameron Archer dari Southampton dengan status pinjaman. Diskusi dengan Southampton berjalan positif, dengan kesepakatan sudah tercapai untuk pemain asal Inggris yang berusia 24 tahun ini menuju utara. Namun, kepindahan ini tergantung pada kemampuan Southampton untuk mendapatkan pengganti penyerang, tugas yang terbukti sulit mengingat kebutuhan skuad mereka sendiri. Dengan batas waktu yang semakin dekat, efek domino yang diperlukan untuk kepergian Archer belum juga terwujud, membuat potensi transfer ini dalam bahaya.
Rohl telah menekankan perlunya penyerang lain untuk memberikan persaingan dan kedalaman ketika Rangers berjuang untuk meraih trofi di beberapa kompetisi. Jam-jam terakhir jendela ini mungkin masih menghadirkan kejutan akhir, tetapi sumber-sumber menunjukkan klub sedang kesulitan menyelesaikan “opsi yang tepat” tepat waktu. Kegagalan untuk menambahkan daya serang sekarang dapat memaksa tim sepenuhnya mengandalkan skuad yang ada.