Manchester United kini menghadapi tantangan besar jika mereka ingin merekrut Cole Palmer dari Chelsea. Demi mendapatkan gelandang serang berbakat ini, Manchester United harus bersiap untuk membayar biaya transfer yang tidak main-main.
Dalam beberapa pekan terakhir, Palmer yang telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain tengah terbaik di Eropa, kerap dikaitkan dengan kepindahan kembali ke kota Manchester, kali ini menuju Old Trafford. Namun, meskipun dilaporkan bahwa Palmer merasa ‘tidak nyaman’ di Stamford Bridge, transfer ini bukanlah hal yang mudah diwujudkan.
Palmer saat ini terikat kontrak dengan Chelsea hingga tahun 2033, menjadikannya aset yang sangat berharga bagi klub asal London tersebut. Laporan dari jurnalis Pete O’Rourke untuk Football Insider bahkan menyebutkan bahwa Chelsea baru bisa melepaskannya jika Manchester United mengajukan tawaran ‘rekor’ senilai sekitar £125 juta.
“Chelsea tidak berniat kehilangan Palmer,” tegas O’Rourke. “Untuk mempertimbangkan menjualnya, Chelsea mungkin harus menerima biaya transfer rekaman baru di Premier League. Karena itu, saya tidak melihat kesepakatan ini bisa terlaksana saat ini.”
Seorang ahli keuangan sepakbola, Stefan Borson, menyatakan keheranannya atas kemungkinan kesepakatan ini. “Apakah Chelsea akan menjual kecuali terpaksa?” tanyanya retoris.
Selain itu, saat ini Manchester United tengah menjalani kebijakan penghematan. Langkah ini termasuk menurunkan biaya keseluruhan gaji dan investasi dalam tim, membuat transfer Palmer tampak tak terjangkau. Gaji besar Palmer juga menjadi pertimbangan besar, mengesampingkan kemungkinan transaksinya mungkin mendekati rekor transfer pemain Inggris jika benar-benar terjadi.
Meskipun ada kabar bahwa Palmer adalah penggemar Manchester United, dan ini bisa membuka peluang di masa depan, tampaknya saat ini impian itu masih jauh dari kenyataan. Transfer Palmer menuju Manchester United mungkin memerlukan waktu beberapa tahun lagi untuk terealisasi, jika memang itu terjadi.