Vinicius Junior dan Kylian Mbappe dilaporkan menolak keras gagasan Jose Mourinho menjadi manajer berikutnya di Real Madrid. Bintang muda Real Madrid, Vini Jr, berhasil mencetak gol penentu saat mengalahkan Benfica 1-0 dalam leg pertama playoff Liga Champions. Keriangan usai gol tersebut memancing reaksi keras dari pendukung Benfica, dengan tudingan dari Gianluca Prestianni bahwa Vini Jr menyebutnya sebagai monyet.
Ketika protokol anti-rasisme diberlakukan, wasit François Letexier terhambat karena Prestianni menutup mulutnya dengan kaus. Setelah insiden itu, mantan pelatih Chelsea, Tottenham, dan Manchester United, Mourinho, membela klubnya dengan menyalahkan Vinicius Jr. Mourinho menegaskan bahwa perayaan gol yang spektakuler seharusnya dilakukan dengan lebih hormat. Pernyataannya yang menegaskan bahwa Vinicius Jr seakan memancing kerumunan dikecam keras, terutama oleh mantan pemain seperti Jamie Carragher, Micah Richards, Clarence Seedorf, dan Wayne Rooney, yang menuding Mourinho melakukan ‘victim blaming’ dan bersikap ‘munafik’.
Santer terdengar kabar bahwa Real Madrid berencana mengganti Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala dengan nama-nama seperti Mourinho, mantan manajer Liverpool Jurgen Klopp, dan Unai Emery dari Aston Villa sebagai kandidat. Namun, media Spanyol menyebutkan bahwa Vini Jr dan Mbappe tidak mendukung prospek Mourinho bergabung dengan klub tersebut menyusul komentar yang disampaikannya.
Dalam lingkup internal tim, situasi ini tidak luput dari perhatian. Vinicius, sosok yang sering menjadi pusat perhatian dalam insiden-insiden semacam ini, mendapat perlindungan khusus di ruang ganti Real Madrid. Setiap interpretasi publik yang menimbulkan ambiguitas terkait hal ini memiliki dampak signifikan. Dalam hal ini, baik Vinicius maupun Kylian Mbappe tidak menyambut baik kemungkinan Mourinho menjadi manajer Real Madrid dalam waktu dekat. Pendapat kedua pemain ini dipengaruhi oleh pandangan bahwa Mourinho kurang tegas dalam menangani isu yang bagi mereka adalah hal tidak terbantahkan.