Eze Terus Diberi Kepercayaan Meski Kurang Memuaskan saat Arsenal Ditahan Brentford
Arsenal sepertinya masih akan menurunkan Eberechi Eze di lini tengah meski penampilannya melawan Brentford dirasa kurang memuaskan. Seusai pertandingan yang digelar di Gtech, rekannya terlihat ‘tertatih-tatih naik bus’ yang memaksa Mikel Arteta melakukan perubahan di lini tengah.
Eze harus keluar lebih awal di babak pertama dalam laga di mana Arsenal hanya mampu meraih satu poin setelah ditekan oleh pasukan Keith Andrews. Di laga tersebut, Noni Madueke sempat memberikan keunggulan bagi Arsenal pada menit ke-60 sebelum Keane Lewis-Potter menyamakan kedudukan. Di menit-menit akhir, The Gunners berjuang keras untuk menahan gempuran serangan bola mati dari Brentford.
Mantan penyerang Tottenham, Jermain Defoe, yang sepakat dengan penilaian Peter Crouch, menyebutkan bahwa Eze adalah rekrutan senilai £60 juta yang “belum memenuhi ekspektasi”. Crouch bahkan menggambarkan Eze sebagai “penumpang” dalam laga tersebut sebelum akhirnya Arteta menariknya keluar.
Dalam wawancara dengan Premier League Productions, Defoe mengatakan, “Brentford adalah tempat yang sulit, dan tekanan menjadi bagian dari permainan. Arsenal gagal meminimalisir kesalahan individu dan kurang konsentrasi hingga membuat Brentford lebih menguasai permainan di babak kedua.”
Meskipun Eze dinilai “tidak memadai”, Arsenal tampaknya masih akan tetap mengandalkannya di tengah absennya beberapa pemain kunci. Arteta, yang kehilangan Mikel Merino dan Kai Havertz, kini harus melihat kapten tim, Martin Odegaard, yang mengalami cedera setelah perseteruan di lapangan.
Selain itu, Arsenal bersiap menghadapi Wigan di babak berikutnya Piala FA pada hari Minggu mendatang. Eks pemain Arsenal, Theo Walcott, berpendapat bahwa Arteta menginginkan perbaikan signifikan dari para pemainnya. Ia menambahkan bahwa tekanan dari Manchester City yang menang sehari sebelumnya turut mempengaruhi performa Arsenal. Walcott mengatakan, “Arteta tentu kecewa dengan penampilan para pemain yang kurang konsisten.”