Spurs Didesak Tunjuk Eks Manajer PL November Ini

Tottenham Hotspur akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Thomas Frank setelah kekalahan 2-1 dari Newcastle United pada Selasa malam. Keputusan ini menandai akhir dari masa jabatan singkat Frank yang berusaha menstabilkan klub setelah masa pemerintahan yang penuh gejolak di bawah Ange Postecoglou.

Mantan bos Brentford tersebut tidak berhasil memenangkan hati pendukung dengan gaya permainannya yang dianggap kurang inspiratif dan pendekatan yang dinilai tidak sesuai dengan klub sebesar Tottenham. Selama periode delapan pertandingan tanpa kemenangan di Liga Premier, posisi Tottenham merosot ke peringkat 16, hanya lima poin di atas zona degradasi. Sebenarnya, spekulasi mengenai pemecatan Frank telah beredar selama beberapa bulan, namun dia bertahan lebih lama dari yang diperkirakan oleh banyak orang.

Menurut laporan yang diajukan oleh jurnalis Sami Mokbel dari BBC Sport, sudah ada pertimbangan untuk menggantikan Frank pada November lalu. Seorang eksekutif senior bahkan merekomendasikan agar Frank dipecat setelah kekalahan kandang 2-1 dari Fulham pada 29 November — pertandingan ketiga berturut-turut di mana mereka kalah, setelah sebelumnya tunduk kepada Arsenal dan PSG.

Dalam pencarian manajer baru, nama Roberto De Zerbi, yang saat itu menangani Marseille, sempat muncul sebagai kandidat kuat namun rekomendasi tersebut akhirnya ditolak. Kini, Tottenham diperkirakan mempertimbangkan penunjukan sementara hingga akhir musim. John Heitinga, yang saat ini menjabat sebagai pelatih, menjadi salah satu opsi untuk mengisi peran tersebut.

Ke depan, ada spekulasi bahwa Mauricio Pochettino bisa kembali ke Spurs setelah Piala Dunia. De Zerbi, yang kini telah meninggalkan Marseille, juga menjadi opsi menggiurkan bagi klub. Dengan keinginan untuk segera menemukan pengganti, Spurs berharap bisa melakukan penunjukan sebelum para pemain kembali dari jeda lima hari yang telah direncanakan sebelumnya.

Sementara itu, laporan dari media Spanyol, Fichajes, menyatakan bahwa Pochettino adalah pilihan jangka panjang Tottenham untuk menggantikan Frank, dengan rencana penunjukan manajer interim hingga akhir musim untuk memberi waktu mengamankan kesepakatan dengan Pochettino dan membangun struktur kemenangan bagi tim.