Target Manajer Premier League Tolak Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur menghadapi tantangan berat dalam mencari pengganti Thomas Frank, setelah salah satu kandidat utama dilaporkan menolak tawaran klub tersebut. Frank diberhentikan dari posisi manajer pada hari Rabu setelah kekalahan 2-1 Spurs dari Newcastle, dengan CEO Vinai Venkatesham disebut-sebut membuat keputusan itu di paruh waktu pertandingan yang diadakan di Stadion Tottenham Hotspur.

Laporan terkini mengungkapkan dinamika internal klub, termasuk kecenderungan Frank yang terus membahas Arsenal. Roberto De Zerbi, yang baru saja dipecat oleh Marseille, muncul sebagai salah satu kandidat potensial untuk menggantikan Frank. Selain itu, jurnalis CBS Sports, Ben Jacobs, juga menyoroti nama-nama seperti Mauricio Pochettino, De Zerbi, dan Andoni Iraola sebagai calon jangka panjang. Asisten Frank, John Heitinga, disebut-sebut sebagai opsi sementara.

Dalam pembaruan terkini, Jacobs menjelaskan bahwa keputusan untuk memecat Frank dibuat oleh tim kepemimpinan Spurs, termasuk Venkatesham dan Johan Lange, sebelum diajukan ke dewan. Nick Beucher, meski tidak duduk di dewan, juga berperan aktif atas nama keluarga Lewis. Klub ini mempertimbangkan berbagai rencana, termasuk pilihan interim.

Mauricio Pochettino masuk dalam daftar kandidat tetap, tetapi ketersediaannya baru setelah Piala Dunia. Sebelum kepergian Daniel Levy, De Zerbi dan Iraola dianggap berharga, namun kala itu mereka menolak pendekatan Spurs. Asisten baru-baru ini dari Frank, John Heitinga, masih terikat kontrak.

Michael Bridge dan Lyall Thomas dari Sky Sports News memprediksi penunjukan interim hingga akhir musim sebagai jalan yang paling mungkin ditempuh Tottenham. Diharapkan adanya sejumlah perubahan pada posisi pelatih kepala di berbagai klub musim panas ini, dimana Spurs akan mempertimbangkan opsi yang tersedia.

Andoni Iraola, salah satu pelatih yang terpantau bersama Marco Silva dan Oliver Glasner, saat ini tidak terikat kontrak hingga Juni. Meski sempat dilirik Tottenham di musim panas lalu, Iraola kini menolak tawaran tersebut, memilih fokus pada aspirasi karir yang lebih tinggi. Disebutkan bahwa dia berambisi dan memahami reputasi Tottenham sebagai klub besar dibandingkan dengan Bournemouth, tetapi situasi yang tidak menentu di bawah asuhan Frank membuatnya yakin mengambil keputusan tersebut. Iraola juga mempertimbangkan kembali ke Spanyol untuk mengelola Athletic Club di Bilbao, tempat ia menghabiskan 12 tahun sebagai pemain.