Tottenham: Menanti Sosok Manajerial seperti Harry Redknapp
Mantan penjaga gawang Tottenham, Paul Robinson, menyarankan agar Spurs melakukan penunjukan manajer sementara yang menyerupai karakter Harry Redknapp setelah pemecatan Thomas Frank. Keputusan mengakhiri kerja sama dengan Frank tersebut diambil Rabu pagi, usai kekalahan 2-1 dari Newcastle United di Liga Premier.
Gol kemenangan Jacob Ramsey untuk tim Magpies memperpanjang rekor tanpa kemenangan Tottenham menjadi delapan pertandingan di liga, yang kini membawa mereka menduduki peringkat ke-16. Situasi ini membuat Tottenham berisiko semakin mendekati zona degradasi, sehingga menurut Robinson, manajemen klub bertindak untuk “menghentikan kemerosotan” ini.
Robinson menyampaikan kepada Betfred bahwa dirinya terkejut Frank dipecat sebelum akhir musim, terutama setelah Spurs finis keempat di babak grup Liga Champions, mengungguli tim-tim besar seperti Real Madrid dan Barcelona. Meski demikian, performa Spurs di liga yang terus menurun mengingatkan pada masa-masa sulit musim lalu.
Para penggemar Tottenham, yang dikenal cerdas, tidak puas dengan apa yang mereka saksikan di lapangan dan kian cemas menyaksikan tim kesayangan mereka merosot mendekati tiga posisi terbawah. Untuk klub sebesar Tottenham, degradasi dari Liga Premier bukanlah sesuatu yang bisa diterima.
Meskipun Mauricio Pochettino adalah manajer idaman para penggemar untuk kembali, Robinson berpendapat bahwa penunjukan seorang manajer interim dengan gaya ala Redknapp bisa memberi dampak positif segera. Sementara nama-nama seperti Roberto De Zerbi dan Simone Inzaghi mulai berkeliaran sebagai kandidat tetap, Robinson memperingatkan bahwa penunjukan asisten Frank, John Heitinga, berisiko besar mengingat kurangnya pengalaman manajerialnya.
Dalam situasi yang mendesak ini, mencari figur seperti Redknapp yang mampu langsung menstimulasi performa para pemain menjadi solusi yang cukup masuk akal bagi Tottenham agar tetap bertahan di divisi teratas. Meski ada nama lain seperti Igor Tudor, yang baru saja tersedia setelah keluar dari Juventus, tantangannya tetap sama: memberikan dampak instan bagi tim.
Tottenham kini dihadapkan pada serangkaian pertandingan besar menghadapi Arsenal, Fulham, Crystal Palace, dan Liverpool. Bertindak cepat menjadi kunci untuk menghindari kesulitan lebih lanjut.