Thomas Frank Bertekad Bertahan di Tengah Ancaman Degradasi Tottenham
Manfaat dari status sebagai salah satu pelatih klub Premier League yang bersejarah, Thomas Frank bersikeras ia akan tetap memimpin Tottenham Hotspur meski baru saja menelan kekalahan dari Newcastle United pada hari Selasa. Tottenham kini berada di peringkat 16 klasemen, hanya lima poin di atas West Ham yang menduduki posisi degradasi ke-18. Dengan rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan di liga, kondisi Spurs semakin memprihatinkan setelah kekalahan 2-1 dari Newcastle yang tengah terpuruk.
Dalam situasi seperti ini, cukup mengejutkan Frank masih memegang posisi sebagai manajer. Bahkan, ia menjadi favorit untuk dipecat berikutnya di liga. Legenda sepak bola Glenn Hoddle dengan tegas mengingatkan bahwa situasi Tottenham sudah menyerupai pertempuran degradasi dan semua pihak harus menyadarinya.
Meski tekanan semakin naik, Frank bersikap tegas mengenai masa depannya di klub. Ia menegaskan keyakinannya untuk terus berjuang dan menolak anggapan bahwa pergantian manajer selalu menjadi solusi terbaik di tengah kesulitan. “Ini bukan tentang satu orang saja,” ujarnya, “tetapi tentang kita semua—manajemen, pemain, staf, dan seluruh bagian dari tim.”
Frank juga berargumen bahwa masalah cedera dan suspensi yang dialami tim selama dua tahun terakhir berkontribusi pada penampilan buruk Spurs. Selain itu, ia menyebut pola buruk dalam bersaing di Liga Premier dan Eropa juga sebagai faktor penghambat kemajuan klub. Meski menghadapi kritik keras dari para penggemar, terutama setelah chant ‘sacked in the morning’ bergema dari tribun, Frank tetap optimis untuk kembali membawa Tottenham ke jalur kemenangan.
Di tengah suasana cemas yang melingkupi klub London Utara ini, Frank berharap dapat membalikkan keadaan dan menekankan pentingnya melewati badai ini bersama-sama. Dengan kondisi yang mendesak ini, pertarungan demi tiap poin menjadi keniscayaan untuk mengamankan posisi mereka di Liga Premier.