Man Utd Diingatkan Hindari Keputusan Transfer Berisiko

Berita Transfer mengenai rumor perpindahan pemain di Manchester United musim ini telah mencapai puncaknya dengan spekulasi terkait Bruno Fernandes. Dilaporkan, langkah apapun oleh The Red Devils untuk melepas pemain ikonik ini dapat menjadi keputusan terburuk dalam sejarah INEOS.

Dalam beberapa waktu terakhir, Manchester United kerap melakukan kesalahan dalam transfer mereka, contohnya pembelian Rasmus Hojlund seharga £72 juta yang tidak membuahkan hasil. Beruntung, kesalahan-kesalahan serupa semakin jarang terjadi belakangan ini. INEOS, melalui keputusan strategisnya, berhasil mendatangkan pemain dengan pengalaman di Premier League, seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha.

Meskipun telah melakukan langkah-langkah bijak, INEOS diingatkan agar tidak mengulang kesalahan fatal dengan menjual Bruno Fernandes. Walau isu usia menjadi perbincangan, performa Fernandes di posisi nomor 10 dan perannya sebagai pemimpin di lapangan tidak bisa diabaikan. Kepergiannya dari klub, menurut laporan The Daily Mail, dapat dianggap sebagai malpraktik profesional.

Rumor mengenai niatan Manchester United untuk melepas Fernandes ke Arab Saudi pernah muncul, meskipun sang pemain menolak pindah. Fabrizio Romano telah menyebutkan bahwa kepergian Fernandes musim panas dan usai Piala Dunia bukan hal mustahil. Klausul pelepasan dalam kontraknya, bernilai £57 juta, mengundang kekhawatiran bahwa ia bisa meninggalkan klub kapan saja.

Pendapat dari reporter Nathan Salt memperkuat peringatan ini, dengan menyebut penjualan Fernandes sebagai kebodohan besar yang tak seharusnya dilakukan oleh INEOS. Salt menekankan bahwa kekuatan finansial yang mungkin diperoleh dari penjualan Fernandes tidak sebanding dengan kehilangan seorang kapten serta pemain terbaik di Premier League.

Bruno Fernandes, dengan konsistensinya di sesi latihan dan perannya dalam membina pemain akademi, dianggap sebagai aset berharga di klub. Meskipun pernah cedera, kehadirannya di setiap sesi latihan membuktikan dedikasinya. Melihat prestasi lain dari pemain seperti Rayan Cherki dari Manchester City, performa Fernandes dalam menciptakan peluang tidak dapat diremehkan.

Di tengah peringatan keras ini, INEOS harus berpikir masak-masak sebelum memutuskan untuk melepas Fernandes, apalagi dengan memori atas kesalahan mahal lainnya di bawah kepemimpinan mereka yang masih segar. Keberadaan sang playmaker, kontraknya hingga 2027, dan kapasitasnya sebagai pemimpin, seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam melangkah ke depan.