Tottenham Hotspur harus menerima kenyataan pahit setelah kekalahan 2-0 dari Manchester United, di mana kapten mereka, Cristian Romero, akan absen selama empat pertandingan ke depan akibat kartu merah yang diterimanya. Pertandingan tersebut menjadi sorotan ketika Romero melakukan tantangan keras terhadap Casemiro, yang memicu hujan kritik.
Awal pekan ini, Romero juga menjadi berita utama setelah mengkritik kepemimpinan Tottenham terkait dukungan yang dia anggap “memalukan” dalam bursa transfer. Namun, justru saat melawan Man Utd, ia harus meninggalkan lapangan lebih awal, meninggalkan skuatnya bertarung tanpa dirinya.
Insiden tersebut sebenarnya berimplikasi pada hukuman larangan tiga pertandingan, tetapi karena ini bukan pelanggaran pertama Romero musim ini, ia harus melewatkan satu pertandingan ekstra. Mantan striker Premier League, Chris Sutton, tidak ragu untuk menyebut bahwa “Romero membunuh timnya” dengan tindakan tersebut.
Guglielmo Vicario, penjaga gawang Spurs, mengungkapkan bahwa setelah pertandingan, Romero menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada rekan-rekan satu timnya. “Ia kecewa karena tahu kartu merah itu seharusnya bisa dihindari, jadi ia meminta maaf,” ungkap Vicario.
Meskipun begitu, pelatih Spurs, Frank, tetap bangga dengan perjuangan para pemainnya meski harus bermain dengan 10 orang di lapangan. Dalam wawancara dengan TNT Sport, Frank menekankan pentingnya ketahanan mental timnya di lapangan meski berada dalam posisi yang sulit.
Spurs kini harus berkonsentrasi untuk pertandingan selanjutnya melawan Newcastle, di mana mereka berharap bisa bangkit dan mengembalikan posisi mereka di papan klasemen. Tekanan semakin meningkat mengingat kini mereka hanya berjarak sembilan poin dari zona degradasi, yang mengharuskan mereka untuk memperbaiki performa secepat mungkin.