Berita Transfer terbaru dari Liverpool datang dengan sorotan baru mengenai strategi jangka panjang mereka di lini pertahanan. Manajer Liverpool, Arne Slot, baru-baru ini mengungkapkan alasan di balik keputusan klub dalam merekrut Jeremy Jacquet. Menghadapi keraguan masa depan dua bek tengah, Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate, tindakan ini menunjukkan persiapan klub menuju masa depan mereka.
The Reds melakukan langkah mengejutkan pada akhir jendela transfer Januari dengan mendatangkan Jacquet, salah satu talenta muda paling bersinar di sepak bola Prancis. Membayar €69 juta kepada Lille, Jacquet menjadi bagian dari rencana besar Liverpool, dengan kedatangannya ke Merseyside dijadwalkan pada 1 Juli mendatang.
Kedatangan Jacquet menandai tambahan besar bagi pertahanan Liverpool, bersanding dengan Giovani Leoni yang juga merupakan salah satu bek muda paling menjanjikan. Namun, ini menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan Van Dijk, yang memasuki usia 35 tahun musim panas ini dan hanya memiliki kontrak satu setengah tahun tersisa, serta Konate yang hangat dikaitkan dengan Real Madrid.
Slot menyatakan, “Kami sadar bahwa Virgil tidak akan bermain selamanya untuk klub ini. Namun, manajemen terus merancang strategi yang matang untuk bertransisi dengan atau tanpa dirinya.” Meskipun begitu, Slot juga menegaskan bahwa tidak ada keputusan yang didasarkan pada kepanikan, tetapi semuanya direncanakan dengan baik demi kepentingan jangka panjang.
Sementara itu, pengamat sepak bola Jamie Carragher meyakini Liverpool akan mencari bek tengah besar lainnya di musim panas mendatang. Dengan masa depan Konate yang masih menjadi tanda tanya, kepergian potensialnya memicu spekulasi bahwa The Reds harus berinvestasi besar lagi untuk memperkuat lini belakang mereka.
Di sisi lain, Liverpool juga dikaitkan dengan langkah transfer lainnya termasuk diskusi formal untuk merekrut penyerang modern dengan nilai £50 juta, yang mungkin menjadi pengganti Mo Salah di masa depan. Sederet langkah ini adalah bagian dari perencanaan suksesi yang berlangsung di Anfield, dengan fokus pada penguatan tim jangka panjang.