Merson Kritik Rosenior: Pemain Chelsea Sia

Merson Kecam Keputusan Rosenior, Chelsea Terpuruk di Hadapan Arsenal

Paul Merson, pundit sepak bola, melontarkan kritik tajam terhadap pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, setelah timnya tersingkir dari Carabao Cup dengan cara yang begitu mengecewakan. Chelsea, yang sebelumnya tertinggal agregat 3-2 dari Arsenal, masih memiliki harapan untuk membalikkan keadaan di leg kedua semifinal di Emirates Stadium. Namun, performa buruk membuat mereka kesulitan untuk mengancam The Gunners.

Arsenal menunjukkan ketenangan menjinakkan serangan Chelsea hingga akhirnya Kai Havertz mencetak gol di menit penghujung, memastikan kemenangan agregat 4-2 dan tempat mereka di final Carabao Cup.

Setelah pertandingan selesai, Paul Merson menyoroti pemain Chelsea, Wesley Fofana, yang terlihat menangis, dan menyatakan dirinya terkejut dengan penampilan Chelsea. “Saya tidak bisa berkata-kata, saya takjub dengan apa yang saya saksikan,” ujar Merson kepada Sky Sports.

“Saya tidak percaya mereka tidak memberi perlawanan. Chelsea adalah klub besar dengan pemain internasional dan pemenang Piala Dunia, bukan tim papan bawah. Mereka keluar dengan cara yang membuat saya terheran-heran.”

Lebih lanjut, Merson mengkritik keputusan Rosenior yang dianggapnya menyia-nyiakan potensi Enzo Fernandez dengan memainkan Viktor Gyokeres yang dinilai “kesulitan” ketika menghadapi Arsenal. Merson mengamati bahwa lini tengah Arsenal tidak tampil mengesankan tetapi mereka berhadapan dengan trio gelandang Chelsea yang solid, termasuk Moises Caicedo dan Andrey Santos.

Dalam pandangannya, menempatkan Enzo di sisi kiri, berhadapan langsung dengan salah satu bek tangguh Arsenal, Jurrien Timber, bukanlah pilihan yang tepat. Sementara itu, menurut Merson, pertahanan Chelsea tidak perlu diperkuat lagi dengan satu pemain karena full-back seperti Gusto dan Cucurella sudah cukup untuk mengawal sayap Arsenal.

Merson menyayangkan Chelsea yang tampak pasrah dan pergi tanpa memberi perlawanan yang berarti. “Memilukan melihat Chelsea, yang masih berpotensi melaju jauh, seolah-olah bermain seperti tim yang berada di jurang degradasi,” tutup Merson. Chelsea harus mengevaluasi strategi mereka jika ingin kembali bersaing di level tertinggi musim mendatang.

Baca juga:

  • Rencana Chelsea untuk mendatangkan dua pemain Real Madrid untuk menggantikan empat bintang yang akan dilepas
  • Mimpi Arsenal meraih empat trofi di bawah Arteta
  • Prediksi formasi “Big Six” musim 2026/27, siapa yang terlibat dan siapa yang terpinggirkan?