Man Utd Batalkan Transfer Tyrell Malacia ke Turki: Keputusan Mengejutkan di Akhir Batas Waktu
Pertahanan Manchester United, Tyrell Malacia, harus menerima kenyataan pahit setelah rencana kepindahannya ke Turki dibatalkan secara mendadak oleh klub Premier League tersebut. Langkah ini dilakukan meski sang pemain sudah hampir menyelesaikan kesepakatan transfer sebelum batas akhir waktu.
Setelah menginvestasikan lebih dari £200 juta untuk mendapatkan talenta baru pada jendela transfer musim panas, Manchester United berusaha meningkatkan performa tim mereka di bawah mantan bos Ruben Amorim. Malacia, yang bergabung dengan klub pada 2022 dengan biaya sekitar £12 juta, termasuk salah satu pemain yang mengalami kesulitan mendapatkan waktu bermain di Old Trafford.
Selama paruh kedua musim lalu, Malacia dipinjamkan ke PSV Eindhoven, tampil dalam 12 pertandingan di semua kompetisi, sebelum kembali ke United dan terpinggirkan dari skuad utama. Cedera yang berulang memperburuk posisinya setelah membuat 22 penampilan Premier League pada musim pertamanya di bawah asuhan Erik ten Hag.
Meskipun ada minat dari berbagai pihak selama jendela transfer musim panas, Malacia akhirnya tetap di Old Trafford dan tidak mendapatkan peluang bermain. Pakar transfer, Fabrizio Romano, sempat memastikan bahwa Malacia akan meninggalkan klub pada 2026.
Namun, berdasarkan laporan terbaru dari Voetbal International, Malacia dibuat terkejut setelah INEOS, pemilik bersama Man Utd, tiba-tiba memblokir transfernya ke tim yang dirahasiakan di Turki. Pada menit terakhir sebelum keberangkatan, klub memutuskan untuk menghentikan transfer tersebut.
Direktur sepak bola Man Utd, Jason Wilcox, diketahui memblokir kepindahan ini tepat sebelum Malacia menaiki pesawat menuju Turki. Keputusan itu dibuat meskipun pada pagi hari sebelumnya semua prosedur tampak sudah siap, dengan Malacia hanya perlu menjalani pemeriksaan medis.
Menurut laporan tersebut, klub berubah pikiran dan memutuskan untuk tetap mempertahankan Malacia dalam skuad, meskipun tidak ada prospek bagi bek asal Belanda itu. Keputusan yang diambil di menit-menit akhir membuat Malacia harus menerima nasib ini dengan penuh ketidakpercayaan.