Liverpool dalam Tekanan: Arne Slot di Bawah Sorotan Pasca Kekalahan di Bournemouth
Liverpool, di bawah asuhan Arne Slot, mendapat tekanan berat setelah kekalahan terbaru di ajang Premier League melawan Bournemouth. Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu lalu ini berakhir dengan kekalahan 2-3 di menit-menit akhir, menjadikan kekalahan ketujuh bagi The Reds musim ini.
Bournemouth berhasil memimpin 2-0 dalam waktu 33 menit melalui gol dari Evanilson dan Alex Jimenez. Meskipun Liverpool berhasil menyamakan kedudukan melalui gol-gol dari Virgil van Dijk dan Dominik Szoboszlai, Amine Adli memastikan kemenangan bagi tuan rumah dengan gol di menit kelima tambahan waktu. Liverpool kini berada di posisi keempat dan belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir Liga Inggris.
Slot menggambarkan pertandingan tersebut sebagai permainan yang “kejam”, menyalahkan kondisi kebugaran pemainnya sebagai alasan kekalahan. “Ini adalah pertandingan yang kejam jika Anda kalah di waktu tambahan setelah bangkit dari ketertinggalan 2-0 di babak pertama,” kata Slot kepada wartawan. Dia juga menyoroti bahwa kelelahan pemain menjadi faktor setelah kemenangan 3-0 atas Marseille di Liga Champions tengah pekan sebelumnya.
Desas-desus beredar bahwa Slot berada di bawah tekanan dari hierarki Liverpool untuk memperbaiki performa tim dan memastikan tempat mereka di Liga Champions musim depan. Michael Edwards, CEO Fenway Sports Group, dan Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan rencana jangka pendek guna menghentikan penurunan performa tim.
Sebuah akun X yang terdiri dari ‘lima reporter elit’ melaporkan bahwa Edwards dan Hughes tengah berupaya keras mengatasi krisis yang melanda klub dengan membahas rencana penanganan sementara. Namun, menurut jurnalis David Lynch, yang telah lama meliput Liverpool, klub lebih memilih menunggu hingga akhir musim sebelum melakukan perubahan manajerial, yang mana lebih ideal daripada melakukan perubahan di tengah musim.
Polemik ini membuka spekulasi mengenai masa depan Slot, yang sejauh ini belum mampu membawa Liverpool kembali ke jalur kemenangan secara konsisten. Menurut Lynch, “Mereka jelas ingin mempertahankan Slot hingga akhir musim jika memungkinkan. Keputusan untuk perubahan manajerial di tengah musim dianggap tidak ideal, terutama ketika tidak banyak pilihan manajer sementara.”
Dengan performa yang konsisten menurun, perhatian kini tertuju pada bagaimana Liverpool akan merespons situasi ini di sisa musim yang masih panjang.