Chelsea Tawar Eks Man City £74 Juta, Bayern Bisa £113 Juta

Chelsea dikabarkan telah mengajukan tawaran untuk mantan penyerang Manchester City, Julian Alvarez, yang saat ini bermain di klub La Liga, Atletico Madrid. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Chelsea untuk memperkuat skuad setelah konsorsium yang dipimpin Todd Boehly mengambil alih klub Stamford Bridge pada Mei 2022, dan telah mengeluarkan dana lebih dari £1 miliar sejak saat itu.

Meskipun sudah banyak berinvestasi, Chelsea masih memiliki sejumlah area yang perlu ditingkatkan guna memperbesar peluang mereka merebut gelar juara Liga Inggris dalam beberapa tahun ke depan. Dalam upaya mendorong posisi mereka ke puncak klasemen, tim yang kini dilatih Liam Rosenior membutuhkan setidaknya seorang penjaga gawang baru, satu bek tengah, dan seorang penyerang yang tajam. Kabar terbaru menyebutkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan bek Rennes, Jeremy Jacquet.

Namun, fokus Chelsea saat ini lebih kepada Julian Alvarez. Menurut sumber Hooligan Soccer, Chelsea telah mengajukan tawaran $100 juta (£74 juta) untuk penyerang asal Argentina tersebut. Alvarez, yang telah mencetak tujuh gol dan memberikan tiga assist dalam 20 pertandingan La Liga musim ini, disebut-sebut ingin kembali ke Liga Inggris.

Di sisi lain, rival potensial dalam pemburuan Alvarez adalah Bayern Munich yang diperkirakan siap menawarkan harga lebih tinggi hingga mencapai €130 juta (£113 juta) menurut laporan dari situs Spanyol, Fichajes. Meskipun begitu, Atletico dikabarkan enggan menjual penyerang utama mereka, dengan niat membangun masa depan lini serang di sekitarnya.

Bayern Munich masih memantau situasi ini dengan cermat, meskipun hingga saat ini belum ada tawaran resmi dari klub tersebut. Musim panas mendatang bisa menjadi kunci dalam keputusan akhir terkait Alvarez.

Selain berita mengenai transfer ini, Chelsea juga membuat keputusan mengejutkan dengan memecat Enzo Maresca dan menggantikannya dengan Liam Rosenior. Langkah ini dipandang membingungkan oleh mantan bintang Chelsea, Gus Poyet, yang merasa perlu adanya kejelasan mengenai tujuan klub dari tingkat manajemen puncak.

Poyet menyatakan, “Seseorang yang memenangkan Liga Konferensi dan kemudian Piala Dunia Antarklub tetapi dipecat… jujur saja, saya tidak bisa menjelaskan hal ini. Siapa pun yang berada di posisi teratas klub harus menjelaskan dengan jelas apa tujuan tim, agar semuanya bisa dimengerti oleh manajer dan para penggemar.”