Paul Scholes Ungkap Kritik Berani dari Lisandro Martinez
Paul Scholes, legenda Manchester United, baru-baru ini mengungkapkan bahwa Lisandro Martinez mengirim pesan kepadanya melalui Instagram, menyatakan bahwa Martinez sudah “kehilangan seluruh rasa hormat” kepada sang legenda. Scholes diketahui menjadi salah satu kritikus terbesar bagi pemain internasional Argentina tersebut sejak bergabung dengan Manchester United dari Ajax dengan nilai transfer £57 juta pada tahun 2022.
Menjelang pertandingan derby melawan Manchester City, Scholes meragukan kemampuan Martinez dalam menghadapi Erling Haaland. Sementara itu, mantan rekan setimnya di Manchester United, Nicky Butt, berseloroh mengenai ukuran badan Martinez. Butt mengklaim bahwa Haaland bisa “mengangkat Martinez dan berlari bersamanya”, menambahkan bahwa situasi tersebut mirip dengan “seorang ayah yang pulang sekolah sambil membawa anak kecil.”
Dalam konteks itu, Scholes menambahkan bahwa Haaland akan “mencetak gol, kemudian memasukkan Martinez ke dalam gawang” sebelum kemenangan impresif Manchester United melawan Manchester City di Old Trafford. Pada kenyataannya, Martinez tampil cemerlang dalam kemenangan 2-0 Manchester United atas Manchester City, yang dipastikan oleh gol-gol dari Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu.
Menanggapi ejekan dari Scholes, Martinez berkata bahwa Scholes bisa mengatakan apa saja yang dia inginkan. Martinez bahkan mempersilakan Scholes untuk datang ke rumahnya jika ada yang ingin diperbincangkan lebih lanjut. Sebagai balasan, Scholes memuji penampilan Martinez dan menerima undangannya dengan menyindir di Instagram, “Seseorang bermain dengan bagus. Senang untukmu… Teh, tanpa gula ya.”
Scholes menegaskan bahwa komentarnya bersifat “bercanda” dan bisa saja diungkapkan dengan kata-kata yang lebih baik. Dalam episode terbaru dari “The Good, The Bad & The Football,” dia menjelaskan bahwa keunggulan fisik Haaland dibandingkan Martinez merupakan inti dari candaannya. Meski demikian, ia mengakui bahwa Martinez tampil luar biasa pada pertandingan tersebut.
Sebaliknya, Nicky Butt merasa tidak perlu meminta maaf dan menekankan bahwa semua yang diucapkan hanya sekadar obrolan ringan seperti tiga teman yang sedang duduk di kafe. Menurut Butt, jika Martinez merasa terganggu dengan perkataan tersebut, mungkin sang pemain harus lebih siap menghadapi kritik yang merupakan bagian dari kehidupan di klub besar seperti Manchester United.
Scholes, meskipun memberikan pujian, masih ragu apakah Martinez bisa konsisten di level atas dalam jangka panjang bersama Manchester United. “Untuk memenangkan liga, kau harus konsisten dalam waktu panjang,” ujarnya. Dengan Arsenal sebagai pertandingan berikutnya, Martinez harus terus membuktikan kemampuannya di lapangan demi masa depan yang sukses di Old Trafford.