Tottenham Hotspur menghadapi situasi kritis di bawah kepemimpinan pelatih kepala Thomas Frank. Menyusul performa buruk di beberapa pekan terakhir, Frank dihadapkan pada tekanan untuk membuktikan kemampuannya dalam dua hingga tiga pertandingan mendatang, termasuk pertandingan yang akan datang melawan West Ham.
Klub London Utara ini saat ini berada di peringkat 14 dalam klasemen Liga Premier, menjelang pertandingan mereka melawan West Ham pada Sabtu sore. Tim Frank hanya mencatat satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, yang membuatnya berada di bawah sorotan baik dari penggemar maupun dewan direksi klub.
Berdasarkan laporan terbaru, ada perpecahan di antara pihak manajemen tentang masa depan Frank di Tottenham. CEO Spurs, Vinai Venkatesham, juga menghadapi tekanan atas penunjukan Frank, yang sebelumnya menukangi Brentford, pada musim panas lalu.
Mantan penasihat finansial Manchester City, Stefan Borson, memberikan pembaruan tentang situasi ini. Menurutnya, Frank memiliki waktu sekitar dua hingga tiga pertandingan untuk memperbaiki posisi. “Saya pikir situasi cedera adalah masalah besar dan pelatih juga menjadi masalah karena dia jelas belum memulai musim dengan baik,” ungkap Borson kepada Football Insider.
Frank harus meraih hasil positif dalam pertandingan-pertandingan berikutnya, karena jika tidak, posisinya bisa terancam. Kekalahan dari West Ham, tim yang berada di zona degradasi, bisa menjadi sangat sulit diterima oleh dewan Tottenham.
Sementara itu, Andoni Iraola, yang kini melatih Bournemouth dan juga menjadi kandidat untuk pekerjaan di Manchester United, dikaitkan sebagai calon pengganti Frank. Ia menanggapi rumor ini dengan menyatakan kepuasannya berada di Bournemouth. Iraola menambahkan bahwa kontrak bukanlah segalanya bagi pelatih, melainkan kepercayaan yang harus diperbarui setiap tahun.
Para penggemar Tottenham kini menantikan bagaimana nasib tim kesayangannya di bawah tekanan yang semakin meningkat ini, menjelang pertandingan penting di Liga Premier mendatang.