Manchester United Menyesal Karena Kesepakatan dengan Barcelona Mengenai Marcus Rashford
Manchester United sedang merasa kecewa dengan negosiasi yang telah mereka lakukan dengan Barcelona terkait pemain pinjaman mereka, Marcus Rashford. Laporan mengungkapkan bahwa INEOS serta salah satu pemilik klub, Sir Jim Ratcliffe, kurang puas dengan kesepakatan tersebut.
Rashford, yang kini berada di bawah naungan tim Catalan itu hingga akhir musim, awalnya dipinjamkan setelah mengalami ketidakharmonisan dengan mantan pelatih Manchester United, Ruben Amorim, yang kemudian mengarahkannya ke Aston Villa pada paruh kedua musim 2024/25. Selepas perginya Amorim beberapa bulan lalu, spekulasi mengenai kemungkinan kembali ke Old Trafford muncul.
Namun, sejumlah laporan mengabarkan niat Rashford untuk tetap berada di Barcelona, yang kini sedang mempertimbangkan untuk mengeksekusi opsi pembelian senilai €30 juta (£26 juta) dalam klausul mereka. Meski demikian, Manchester United tampaknya menutup peluang negosiasi ulang mengenai harga tersebut, meskipun ada permintaan dari Barcelona untuk menurunkan nilai transfer.
Menurut Danyal Khan dari Sky Sports, Manchester United menegaskan tidak akan membahas penurunan biaya transfer permanen tersebut. Klub Setan Merah berpendapat bahwa ketentuan harga sudah final, meski laporan menunjukkan ada pembicaraan antara kedua klub. Saat ini, mereka merasa jumlah tersebut terlalu rendah mengingat potensi nilai Rashford yang, menurut mereka, mencapai £50 juta, terutama dengan adanya ketertarikan dari beberapa klub lain.
Beberapa pejabat senior Manchester United merasa frustasi dengan perjanjian ini. Meskipun Sir Jim Ratcliffe ingin mengurangi beban gaji Rashford di klub, dia tidak senang jika Barca mendapatkannya dengan harga yang dianggap murah. Sementara itu, laporan dari Spanyol menunjukkan Rashford bersiap menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu kembali ke Manchester United di musim panas ini, karena sikap tegas United yang menolak renegosiasi menghalangi tercapainya kesepakatan lebih lanjut.