Sherwood: Dua Syarat Tudor Jadi Pelatih Tetap Tottenham

Tantangan Igor Tudor di Tottenham: Mampukah Menjadi Pilihan Permanen?

Tottenham Hotspur baru saja mengumumkan Igor Tudor sebagai pelatih sementara hingga akhir musim setelah memecat Thomas Frank. Namun, mantan pelatih Spurs, Tim Sherwood, memberikan prediksi bahwa ada dua pencapaian utama yang harus dicapai Tudor jika ingin mendapatkan posisi secara permanen.

Tudor, yang sebelumnya menangani Juventus, memiliki rekor terbatas dalam hal masa bakti, dengan periode terlama saat ia melatih Hajduk Split di Kroasia antara April 2013 hingga Februari 2015 dan membawa klub tersebut meraih Piala Kroasia, satu-satunya trofi besar dalam karier manajerialnya.

Sherwood, dalam wawancara dengan Sky Sports News, menyatakan bahwa peluang Tudor untuk mempertahankan jabatan ini sangat kecil, terlebih dengan adanya indikasi bahwa Mauricio Pochettino akan ditunjuk sebagai pengganti di musim panas. “Untuknya, tidak ada banyak keuntungan. Meskipun, dia berkesempatan menangani klub fantastis seperti Tottenham Hotspur dan merasa bangga atas kesempatan tersebut,” ujar Sherwood.

Namun, Sherwood menekankan bahwa Tudor perlu memenangkan Liga Champions serta 90 persen pertandingan di Liga Premier untuk bisa dipertimbangkan sebagai pelatih tetap. “Posisi itu akan menjadi milik Mauricio Pochettino jika dia mau dan jika mereka masih tetap di Premier League,” lanjut Sherwood.

Sementara itu, Sherwood juga mencatat bahwa meskipun Tudor mampu meraih hasil akhir musim yang positif hingga menghindari zona degradasi, ia kemungkinan besar tidak akan mendapatkan pengakuan dari publik sepakbola yang lebih luas. “Jika dia mampu membawa tim finis di posisi ke-12 di Premier League, tidak ada yang akan memberinya penghargaan untuk itu,” tambah Sherwood.

Tantangan besar kini menanti Igor Tudor, di mana seluruh mata tertuju padanya dalam usaha mempertahankan posisi Tottenham di Premier League dan menjadikannya sebagai kandidat kuat untuk jabatan manajer permanen. Namun, seperti yang ditekankan Sherwood, kegagalan bisa membawa dampak yang lebih signifikan dan memberi cap buruk bagi karier Tudor di Inggris.