Konspirasi TV Premier League Manchester City Terungkap

Solusi ‘Elegan’ Dicari di Tengah Sengketa Man City dan Premier League

Pertarungan hukum antara Manchester City dan Premier League kian memanas, dengan pencarian solusi “elegan” untuk menghadapi dakwaan Financial Fair Play (FFP) sebanyak 115 tuduhan terhadap klub tersebut. Keith Wyness, mantan CEO Premier League, mengungkapkan bahwa kedua belah pihak berupaya menemukan solusi yang bisa menyelamatkan muka semua pihak.

Dewan independen yang memeriksa tuduhan tersebut memulai sidang pada September 2024 dan berakhir pada Desember. Tuduhan ini terkait dengan pelaporan finansial yang akurat, termasuk nilai kesepakatan sponsor, pengajuan informasi gaji manajer dan pemain, serta kepatuhan terhadap regulasi finansial UEFA dan aturan profitabilitas liga. Selain itu, City juga dituduh menghambat investigasi.

Sementara itu, Wyness menyebutkan banyak teori konspirasi yang beredar mengenai dampak yang mungkin terjadi. Ia mendengar bahwa kontrak televisi bisa terganggu jika City terelegasi, serta isu-isu lain yang muncul. Meski prosesnya kompleks, Wyness berpandangan bahwa waktu yang ada sudah cukup untuk memeriksa setiap dakwaan secara menyeluruh.

Kasus ini menyangkut setiap musim dari tahun 2009-10 hingga 2022-23 dan dinilai merusak reputasi permainan, menimbulkan elemen tantangan besar bagi masa depan Premier League dan para pemegang sahamnya. Semua klub yang terlibat dalam dan yang akan bergabung dengan Premier League saat ini pun merasakan dampaknya, mengingat potensi efek domino terhadap kontrak media dan bisnis lainnya.

Wyness menekankan pentingnya menemukan kesimpulan karena kasus ini menjadi ‘gajah besar di dalam ruangan’ yang perlu segera dibahas demi kelancaran operasional liga.