Igor Tudor Siap Tangani Tottenham sebagai Manajer Interim Musim Ini
Tottenham Hotspur dikabarkan segera mengangkat Igor Tudor sebagai manajer interim hingga akhir musim ini. Meski demikian, klub London tersebut belum mengonfirmasi penunjukan ini secara resmi. Berdasarkan laporan dari beberapa sumber terkemuka, termasuk jurnalis Italia Matteo Moretto dan Gianluca Di Marzio, telah ada kesepakatan verbal antara pihak klub dan mantan pelatih Juventus tersebut.
Dalam wawancara dengan Sky Sports, komentator sepak bola Italia, Patrick Kendrick, memberikan gambaran tentang apa yang bisa diharapkan oleh para penggemar Tottenham dari sosok Tudor. Kendrick menjelaskan bahwa Tudor dikenal sebagai pelatih yang cenderung mengambil peran jangka pendek dan menyukai formasi 3-4-2-1. Strategi ini mirip dengan yang digunakan oleh Ivan Juric, mantan manajer Southampton, yang menekankan soliditas defensif.
Sebelum ini, Tudor sukses membawa Verona menjadi tim yang produktif dengan dua pemain nomor 10 mendukung satu striker, formasi yang kini populer di Italia. Meski semasa bermain Tudor meraih berbagai trofi bersama tim raksasa Italia, Juventus, sebagai manajer, prestasi terbesarnya adalah memenangkan Piala Kroasia bersama Hajduk Split.
Kendrick juga menambahkan bahwa salah satu fokus awal Tudor di Spurs adalah membangkitkan semangat tim. Dia menilai kemampuan bahasa Inggris Tudor yang baik, lebih baik dibandingkan mantan pelatih Tottenham, Antonio Conte, akan memudahkan komunikasi.
Di Prancis, saat menukangi Marseille pada musim 2022/23, Tudor berhasil membawa timnya finis di posisi ketiga di belakang Paris Saint-Germain dan Lens. Gaya kepelatihan yang intens dan penuh tekanan menjadi ciri khasnya yang diungkapkan oleh jurnalis sepak bola yang berbasis di Marseille, George Boxall.
Pierre-Etienne Minonzio, jurnalis dari L’Equipe, menyoroti pendekatan Tudor yang tegas pada disiplin fisik. Dalam satu wawancara sebelumnya, Tudor mengungkapkan keyakinannya bahwa “Jika Anda tidak berlari, Anda tidak bermain.” Selama di Marseille, formasi 3-5-2 yang diusungnya memberikan tontonan menarik meski tidak mudah diterapkan, terutama bagi pemain seperti Dimitri Payet yang dikenal berbakat tetapi tidak unggul dalam atribut fisik.
Kotak-kotak pun diguncang oleh manajer baru dengan segudang pengalaman dan karakter kuat. Keberhasilan Tudor di Tottenham saat ini menjadi harapan bagi para pendukung yang ingin melihat tim kesayangan mereka bangkit kembali sesuai harapan.