Berita Transfer terbaru dari Liverpool mengungkapkan bahwa pelatih Arne Slot tengah mempertimbangkan untuk menambah kekuatan di posisi bek kanan untuk musim depan. Laporan dari TEAMtalk menunjukkan bahwa pemain asal Italia, Michael Kayode, menjadi target incaran mereka. Selain Liverpool, Manchester United dan Newcastle United juga dikabarkan tertarik pada bek berusia 21 tahun tersebut.
Saat ini, Jeremie Frimpong dan Conor Bradley adalah bek kanan yang diakui dalam skuad Liverpool. Seyogyanya, Frimpong yang didatangkan dari Bayer Leverkusen menggantikan posisi Trent Alexander-Arnold yang hengkang ke Real Madrid pada musim panas 2025. Namun, Frimpong mengalami masalah cedera sehingga baru tampil dalam 19 pertandingan bersama Liverpool. Sementara itu, Bradley juga menghadapi masalah kebugaran dengan cedera lutut yang diprediksi membuatnya absen hingga akhir musim ini. Laporan dari Sports Boom menyatakan bahwa Liverpool belum yakin Bradley siap bermain di awal kampanye 2026/27.
Liverpool, yang dimiliki oleh Fenway Sports Group (FSG), dikabarkan serius mempertimbangkan untuk merekrut Kayode dari Brentford pada musim panas 2026. Arne Slot, pelatih Liverpool, disebut-sebut terkesima dengan kemampuan Kayode dalam melempar jauh, berlari di sisi lapangan, dan kerja kerasnya yang mengesankan.
Meski belum ada konfirmasi apakah Liverpool akan resmi mengajukan tawaran untuk Kayode ketika bursa transfer dibuka pada musim panas 2026, sumber terpercaya menyebut mereka mungkin sedang menyiapkan perekrutan baru di lini kanan pertahanan. Menurut Dean Jones, seorang insider transfer, Liverpool dapat melakukan empat hingga lima perekrutan signifikan di akhir musim ini, termasuk mencari bek tengah, bek kiri, dan gelandang tengah baru.
Graeme Bailey melaporkan bahwa Manchester United juga menunjukkan minat pada Kayode, dan Newcastle United dilaporkan mengikuti situasi bek kanan internasional U-21 Italia itu. Diketahui bahwa Brentford menginginkan setidaknya £50 juta untuk melepas Kayode, sementara sang pemain sendiri tidak dalam posisi memaksakan pindah dari klub yang berbasis di London tersebut.