Berita Transfer datang dari Bundesliga, di mana perwakilan Leon Goretzka sedang aktif menggelar diskusi dengan lebih dari setengah lusin klub Premier League. Tujuannya, membuka pasar bagi gelandang Bayern Munich ini menjelang kemungkinan kepindahannya ke Inggris pada musim panas, demikian yang dapat diungkapkan oleh TEAMtalk.
Kami memahami bahwa klub-klub seperti Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Tottenham, dan Newcastle United telah dihubungi oleh pihak Goretzka dalam enam minggu terakhir. Setiap klub tersebut telah didekati untuk menilai minat mereka, dengan beberapa di antaranya memberikan respons positif.
Arsenal bahkan melangkah lebih jauh dengan membuat pertanyaan kepada Bayern mengenai ketersediaan pemain berusia 31 tahun tersebut pada hari batas waktu transfer. Menariknya, Arsenal yang dibantu oleh direktur olahraga Andrea Berta, melihat Goretzka sebagai opsi potensial untuk memperkuat lini tengah mereka pada jendela transfer musim panas.
Namun, mereka bukan satu-satunya yang meminati Goretzka. Klub-klub Eropa seperti AC Milan, Marseille, dan Atletico Madrid juga memantau situasi ini secara cermat. Belum lagi ancaman nyata dari Saudi Pro League, dengan setidaknya dua klub dikabarkan sudah menunjukkan ketertarikan awal. Meskipun belum ada tawaran resmi yang diajukan, kekuatan finansial dari Saudi Arabia tidak bisa diabaikan.
Goretzka, yang baru saja berusia 31 tahun, diprediksi akan menilai opsinya saat musim mendekati akhir. Bayern sudah memastikan bahwa ia akan meninggalkan klub. Selama memperkuat Bayern, pemain internasional Jerman ini telah mencetak 47 gol dan memberikan 48 assist dalam 292 penampilan, sambil memenangkan enam gelar Bundesliga dan satu Liga Champions.
Goretzka dikenal memiliki kemampuan untuk bermain dalam beberapa posisi di lini tengah, dengan pengalaman bermain sebagai No.6 dan No.8 untuk Bayern musim ini, meski perannya lebih dikenal sebagai pemain box-to-box. Di Arsenal, ia akan bersaing dengan pemain seperti Martin Zubimendi dan Declan Rice untuk posisi starter, meskipun Mikel Arteta mungkin melihatnya sebagai bagian rotasi yang kuat di lini tengahnya dan tidak harus sebagai pemain utama setiap saat.