Berita Transfer dari Nottingham Forest yang tengah berusaha memperkuat lini tengah mereka tampaknya menemui jalan terjal. Saat ini, manajer Sean Dyche telah melayangkan dua tawaran jelang tenggat waktu transfer, namun kedua incaran utama mereka menghadapi berbagai hambatan besar, meskipun ada rencana untuk pengajuan tawaran baru.
Nottingham Forest sedang mencari pengganti untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Douglas Luiz setelah masa pinjamannya di City Ground terputus lebih awal dan dia harus kembali ke Aston Villa. Fokus utama mereka saat ini adalah pemain bintang Celtic, Arne Engels. Tawaran awal sebesar £14 juta untuk pemain berusia 22 tahun tersebut langsung ditolak oleh Celtic yang tetap teguh pada keputusan mereka untuk tidak melepaskannya di pertengahan musim.
Forest kemudian menaikkan tawaran mereka menjadi £17 juta, namun kembali ditolak oleh klub tersebut. Martin O’Neill, pelatih Celtic, telah menegaskan bahwa dirinya tidak ingin kehilangan Engels pada tahap penting musim ini. Gelandang internasional Belgia ini telah menyumbangkan empat gol dan dua assist dalam 23 penampilan liga musim ini, dan menjadi alasan kunci mengapa Celtic masih dalam perebutan gelar. O’Neill berencana mempertahankan Engels hingga setidaknya akhir musim panas.
Namun demikian, informasi dari sumber terpercaya kami, Graeme Bailey, mengungkapkan bahwa Forest berencana kembali dengan tawaran ketiga yang diperkirakan mendekati £20 juta untuk menguji keteguhan Celtic.
Selain Engels, Nottingham Forest juga mengincar gelandang lainnya, Hayden Hackney dari Middlesbrough. Wartawan Sky Sports, Keith Downie, melaporkan bahwa tawaran mereka untuk kapten Middlesbrough tersebut juga ditolak. Middlesbrough ingin Hackney tetap bersama mereka untuk memimpin upaya promosi. Gelandang berusia 23 tahun ini masih terikat kontrak selama 18 bulan di Riverside dan telah menarik minat banyak klub Liga Premier lainnya.
Dengan tawaran untuk Hackney yang juga ditolak, Nottingham Forest mungkin harus melihat opsi lain dalam sisa waktu yang semakin menipis untuk mendapatkan gelandang baru sebelum batas akhir transfer. Namun, dengan waktu yang semakin mendesak, Dyche dan timnya menghadapi tantangan besar untuk menemukan solusi terbaik.