Cesc Fabregas masuk dalam daftar tiga kandidat yang dipertimbangkan untuk menggantikan Pep Guardiola di Manchester City, menyusul hasil imbang melawan Tottenham yang memunculkan lebih banyak keraguan tentang masa depan manajer legendaris tersebut di klub. Dalam laga di Stadium Tottenham Hotspur pada hari Minggu, City kehilangan keunggulan dua gol, sehingga tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Arsenal. Sumber dari dalam klub kini menganggap para pemain tampaknya hanya menjalankan rutinitas, seiring keyakinan mereka bahwa musim ini akan menjadi yang terakhir bagi Guardiola.
Meskipun kontrak Guardiola baru berakhir pada musim panas 2027, seperti dilaporkan oleh The Telegraph, ada kekhawatiran yang semakin besar di antara pesaing City dan komunitas Liga Premier bahwa Guardiola akan pergi setelah satu dekade memimpin. Meski demikian, sumber di City membantah bahwa klub telah mulai mempersiapkan penggantinya dan menyebutnya sebagai murni spekulasi. Namun, spekulasi itu semakin memanas akhir-akhir ini, terutama setelah Enzo Maresca mengatakan kepada Chelsea bahwa ia telah berbicara dengan City sebelum dipecat oleh Chelsea bulan lalu.
Maresca, yang pernah menjadi asisten Guardiola di City, disebutkan sebagai salah satu kandidat permanen untuk posisi tersebut, bersama dengan Xabi Alonso dan Fabregas. Alonso, yang dipecat oleh Real Madrid pada Januari, dipandang sebagai sosok yang mungkin diincar City meskipun ada kaitannya dengan rival mereka, Liverpool. Sementara itu, Fabregas yang sejak musim panas 2024 menjadi pelatih kepala Como, telah mendapatkan perhatian dari berbagai pihak di Eropa atas pekerjaannya dengan klub Italia tersebut. Dikatakan bahwa ia hanya akan meninggalkan klub tersebut untuk menempati salah satu posisi paling bergengsi di Liga Premier atau Eropa, seperti menggantikan Guardiola di Etihad.
Vincent Kompany, mantan kapten City, juga sering dikaitkan dengan posisi tersebut, tetapi sumber yang dekat dengan Bayern Munich percaya bahwa Kompany tidak akan meninggalkan Bayern jika posisi di City menjadi tersedia, terutama setelah ia memperpanjang kontraknya di Bayern hingga 2029 pada bulan Oktober lalu.
Dikabarkan bahwa Guardiola mungkin akan diminta merekomendasikan penggantinya, seperti yang dilakukan Sir Alex Ferguson di Manchester United dengan David Moyes. Namun, direktur sepak bola Hugo Viana yang akan memikul tanggung jawab utama dalam mencari suksesor tersebut.
Sumber dari The Telegraph menyebutkan bahwa hasil imbang melawan Tottenham, yang membuat City tampak lesu di babak kedua, menjadi salah satu alasan mengapa klub berpikir untuk melakukan pergantian manajer di akhir musim. Salah satu sumber mengatakan bahwa Tottenham sebenarnya bisa dengan mudah dikalahkan, tetapi City tidak cukup kejam dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.
Pemain seperti Erling Haaland terlihat tertawa dengan pemain Tottenham saat pertandingan hampir berakhir, sementara City masih membutuhkan gol, menambah spekulasi bahwa semangat juang tim tidak sekencang Arsenal musim ini.