Tottenham Incar Bintang Liverpool Kedua, Tawar £30 Juta

Tottenham Hotspur sedang mempertimbangkan untuk mendatangkan dua pemain dari Liverpool, yaitu gelandang Curtis Jones dan bek kiri Andy Robertson, pada bursa transfer bulan ini, seperti yang dilaporkan oleh sejumlah sumber terpercaya.

Liverpool, yang mengeluarkan lebih dari £400 juta untuk mendatangkan pemain baru pada jendela transfer musim panas lalu, kini mengalami kesulitan. Tim asuhan Arne Slot, yang berhasil meraih gelar Liga Primer pada musim debutnya, tertinggal 14 poin dari pemuncak klasemen sementara, Arsenal, akibat sejumlah pemain baru yang tampil di bawah ekspektasi.

Salah satu posisi yang diperkuat oleh Liverpool tahun ini adalah bek kiri, dengan kedatangan Milos Kerkez dari Bournemouth. Hal ini membuat legenda Liverpool, Andy Robertson, harus bersaing lebih keras untuk mendapatkan tempat di tim utama.

Menurut David Ornstein dari The Athletic, Tottenham tengah berupaya untuk membawa Robertson ke klub London tersebut dalam waktu dekat, meski tadinya ditargetkan untuk jendela transfer musim panas. Liverpool bisa saja memanggil kembali Kostas Tsimikas dari masa peminjamannya di Roma jika transfer ini terjadi.

Pakar transfer Fabrizio Romano menyatakan Tottenham sudah mengajukan tawaran resmi untuk Robertson dan diskusi antara kedua klub sedang berlangsung. Robertson terbuka untuk pindah, sementara Liverpool belum berencana mendatangkan bek kiri baru karena investasi pada Jorrel Hato sebelumnya.

Selain Robertson, Tottenham juga bersiap untuk mengajukan penawaran awal sebesar £30 juta untuk Curtis Jones. Meskipun Tottenham sudah mendatangkan Conor Gallagher, minat terhadap Jones, yang menjadi andalan Liverpool musim ini, tetap tinggi. Berdasarkan laporan dari DaveOCKOP, kesepakatan ini dapat berkembang, terutama jika Liverpool menunjukkan ketertarikan serius pada Wharton. John Heitinga, manajer klub, disebut mengagumi kedua pemain tersebut.

Dengan langkah transfer ini, Spurs berharap bisa memberikan semua alat yang diperlukan kepada manajer mereka, Thomas Frank, untuk membalikkan nasib tim dan meningkatkan performa di sisa musim.