Chelsea mendapat sorotan tajam karena terus menempel pada model bisnis transfer mereka yang sebagian besar fokus pada perekrutan pemain muda, alih-alih menambah pemain berpengalaman. Klub tersebut dikabarkan segera mendatangkan bek tengah muda asal Rennes, Jeremy Jacquet.
Berusia 20 tahun, Jacquet menarik minat sejumlah klub elite Eropa seperti Chelsea, Arsenal, Liverpool, Bayern Munich, serta Real Madrid. Chelsea saat ini berada di posisi terdepan untuk mengamankan tanda tangan Jacquet setelah mencapai kesepakatan pribadi dengan pemain tersebut.
Mengapa Chelsea menginginkan Jeremy Jacquet?
- Diminati oleh klub-klub besar seperti Bayern, Arsenal, Real Madrid, dan Liverpool, menunjukkan potensi besarnya
- Sesuai dengan filosofi transfer Chelsea yang mengutamakan perekrutan pemain muda berkualitas
- Memiliki nilai jual kembali yang tinggi
- Dianggap sebagai salah satu bek tengah muda terbaik di Eropa
Apakah Chelsea membutuhkan lebih banyak pengalaman?
Meskipun Jacquet dinilai sebagai salah satu bek muda terbaik di Eropa, banyak pihak berpendapat bahwa Chelsea lebih membutuhkan pemain berpengalaman dalam skuat mereka saat ini. Dalam skuat bimbingan Liam Rosenior, tidak ada satupun pemain inti berusia di atas 28 tahun.
Sebenarnya, Chelsea lebih berpengalaman di lini belakang dibandingkan posisi lain. Namun, rasanya masih ada kekurangan kepemimpinan sejati. Levi Colwill memiliki potensi menjadi pemimpin tersebut, namun sayangnya ia absen sepanjang musim akibat cedera ACL. Begitu pula dengan bek senilai £70 juta, Wesley Fofana, yang belum mampu tampil reguler karena masalah kebugaran.
Uniknya, hanya ada dua pemain berusia 25 tahun, yaitu Enzo Fernandez dan Mykhaylo Mudryk, di lini tengah dan serangan Chelsea. Pemain berusia 26 tahun ke atas semuanya merupakan bek atau penjaga gawang Robert Sanchez. Chelsea juga disebut-sebut tengah membidik Douglas Luiz, 27 tahun, guna menambah pengalaman di lini tengah mereka. Namun, kedatangan Luiz saja tak cukup menaikkan rata-rata usia tim secara signifikan.
Kritik atas model bisnis transfer Chelsea
Fokus Chelsea pada perekrutan pemain muda memancing kritik dari mantan CEO Everton dan Aston Villa, Keith Wyness. Ia heran dengan keputusan klub untuk kembali merekrut pemain muda minim pengalaman seperti Jacquet.
Dalam wawancaranya di podcast Football Insider’s Inside Track, Wyness menuturkan, “Sungguh suatu tanda tanya besar ketika saya melihat hal itu. Saya pikir, pemain muda lagi? Chelsea sepertinya lebih butuh pengalaman. Mereka harusnya mencari pemain berpengalaman yang dapat membantu memadukan talenta muda dan menjadikan mereka tim yang lebih kompetitif di Liga Premier.”
“Kebutuhan akan pengalaman sudah jelas terlihat sejak lama. Anehnya, mereka tetap setia pada model bisnis mereka daripada mendengarkan para profesional sepak bola yang memahami kebutuhan akan pengalaman tersebut. Menambah beberapa pemain berpengalaman dapat memberikan perbedaan besar untuk Chelsea.”
“Mereka mempercayai model bisnis jangka panjang ini. Namun, saya kira itu tidak akan membawa kesuksesan dalam jangka pendek atau menengah,” tutup Wyness.