Luis Enrique menjadi sorotan terkait kemungkinan mengisi posisi manajer permanen di Manchester United, meskipun pengalaman minim di Liga Premier menjadi suatu pertimbangan penting bagi klub tersebut. Sebelumnya, Manchester United memecat Ruben Amorim setelah hanya meraih tiga kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir. Konflik dengan direktur sepak bola Jason Wilcox mengenai taktik dan bursa transfer Januari juga menjadi salah satu alasan pemecatannya.
Sementara itu, Darren Fletcher sempat mengambil alih untuk dua pertandingan sebelum klub menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih interim hingga akhir musim ini. Nama-nama calon pengganti Amorim pada musim panas nanti mencuat, seperti Oliver Glasner dari Crystal Palace, Julian Nagelsmann dari Jerman, dan Thomas Tuchel dari Inggris.
Meski Enrique yang saat ini melatih Paris Saint-Germain disebut-sebut sebagai “target utama” Man United, jurnalis Alex Crook menyatakan adanya keraguan terhadap hal tersebut. Crook berpendapat di talkSPORT bahwa kurangnya pengalaman Enrique di Liga Premier menjadi kendala, sementara nama-nama lain yang lebih dikenal di ranah ini mungkin lebih layak dipertimbangkan.
Gary Neville, mantan pemain Man United, dalam podcast “Stick to Football,” juga tidak menyertakan Enrique dalam daftar kandidat pilihannya. Neville menekankan pentingnya memilih manajer yang mampu menangani tekanan media, mengelola ruang ganti, serta memiliki pengalaman di Liga Champions dan pertandingan besar. Pilihan Neville jatuh pada Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti, dan Mauricio Pochettino, dengan menyebut Eddie Howe sebagai kandidat lainnya yang layak diperhatikan.
Neville menambahkan bahwa untuk menarik pemain top, diperlukan manajer yang membawa keseriusan dan daya tarik, di mana Ancelotti dan Tuchel bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Sosok berpengalaman diyakini bisa mempengaruhi keputusan pemain untuk bergabung dengan Manchester United di tengah situasi mereka saat ini.